Selasa, 10 November 2009

Diabetes Komplikasi Ginjal


Terhindar Dari Cuci Darah - Ir. Imron Sofyan

Mendengarkan cerita mengenai vonis komplikasi yang nyaris merenggut jiwanya. Ir. Imron tak lantas diam, melainkan berusaha keras memerangi diabetes kronis, asam lambung tinggi, jantung membesar dan ginjal yang bocor. Belum lagi gangguan fungsi pankreas. “Semua itu bermula sejak Mei 2007 lalu,” cerita Ir. Imron.

Pola hidup tidak sehat yang selama ini ia jalani ternyata justru memperparah penyakit diabetes yang diidapnya sejak tahun 1990. Hal itulah yang menjadi pemicu komplikasi organ tubuh lainnya. “Dokter menyarankan saya harus cuci darah. Tapi saya menolaknya, sebab yang saya tahu, jika orang sudah cuci darah, maka akan terus cuci darah. Itulah yang saya hindari,” katanya.

Maret 2008 menjadi momentum bersejarah bagi Ir Imron, yang mendapatkan solusi terbaik untuk penyakitnya. Seorang keponakan, mempertemukannya dengan Tahitian Noni Juice. “Mulanya saya tidak yakin jika jus ini bisa membuat saya lebih baik.” Tapi keraguan Ir. Imron segera terjawab, hanya dalam beberapa hari saja, staminanya meningkat drastis.

Bahkan pria asal Medan ini seakan tak percaya saat mendapati hasil laboratoriumnya banyak perubahan ketimbang sebelumnya. Semua fungsi organ tubuhnya semakin membaik. Bahkan berat badannya semakin meningkat. “Semenjak sakit, berat badan saya hanya berkisar di angka 50-an. Semenjak minum TNJ secara teratur 2x15cc sehari, nafsu makan saya bertambah dan berat badan menjadi meningkat mencapai 63kg.” Kini apapun aktivitas dan makannnya Ir. Imron tidak perlu khawatir lagi. Sebab semuanya mampu diatasi dengan TNJ. “Tapi saya tetap ingatkan bahwa semuanya kembali kepada kita, makanan dan pola hidup harus tetap terkontrol. Bukankah menjaga lebih baik dari pada mengobati,” pesannya.


Kembali

Diabetes Komplikasi Lever


Diabetes Komplikasi Ke Fungsi Hati (LEVER)


Akhiri Semua Keluhan Kesehatan - Mirna S. Prasaja



PENYAKIT diabetes yang diderita Mirna S. Prasaja, bukan karena pola hidup tidak sehat semata, namun sakit yang ia derita merupakan warisan genetik dari orang tua yang juga menderita diabetes. Awalnya Mirna tidak menyadari penderitaannya, baginya sering buang air kecil dan lemas-lemas adalah hal biasa dan wajar. Namun lambat laun hal itu mengganggu hidupnya. Karenanya Mirna mencoba mencari jawabannya melalui ilmu medis. Kekhawatiran Mirna terjawab, dokter menyatakan bahwa gula darahnya tinggi, begitu juga dengan SGOT, SGPT serta diketahui pula bahwa Mirna mengalami asam urat yang tinggi. “Informasi tersebut cukup mengejutkan saya, namun saya hanya bisa pasrah dan menurut apa yang dianjurkan dokter” ujar Mirna.

Beberapa hari berikutnya, sang Paman yang mendengar hal tersebut menyodorkan Mirna TNJ untuk membantu meminimalisir deritanya. Dalam hitungan minggu, gula darah, SGOT, SGPT dan asam uratnya turun drastis. Yang lebih mengejutkan Mirna adalah luka di ibu jari yang tidak sembuh selama berbulan-bulan, akhirnya sirna hanya dengan mengompresnya dengan TNJ selama seminggu. Ketakjuban Mirna akan khasiat TNJ bertambah ketika TNJ menurunkan demamnya yang tinggi ketika menderita Tipus, “dosisnya 20cc setiap jam sekali, Alhamdulillah trombosit saya kembali normal ". Saya merasa bersyukur atas mukjizat yang diberikan Allah SWT melalui TNJ,” cerita Mirna.


Kembali

Kesehatan Di Usia Lanjut

Gula Darah, Kolesterol & Tekanan Darah Tinggi - Aminudin

USIA senja menjadi momok bagi kesehatan untuk sebagian orang. Begitu pula yang dialami oleh Aminudin. Menginjak usia senja Aminudin mulai khawatir akan kesehatan yang semakin menurun, “Bertambahnya usia bukan berarti bertambah pula nikmat yang diberikan Allah SWT,” tegasnya. Sejak usia 50 tahun, kesehatan Aminudin mulai menurun. Mulanya Aminudin menderita tekanan darah tinggi. Ia pun diminta dokter untuk mengurangi makanan yang berpotensi memicu tekanan darahnya. Belum lagi fungsi jantungnya yang semakin tahun semakin menurun kinerjanya. “Saya sempat dioperasi akibat penyumbatan pada jantung,” cerita Aminudin.

Saat usianya menginjak 65 tahun Aminudin divonis dokter mengidap diabetes, gula darahnya mencapai lebih dari 220. Tingginya kadar gula darah Aminudin membuatnya mudah terserang penyakit kulit. Karenanya Aminudin harus menjalani diet ketat untuk mengontrol gula darahnya. “Inilah puncak penderitaan saya, saya tidak bisa makan bebas,” katanya.

Agustus 2007 silam, saat Aminudin menghadiri pengajian di dekat rumahnya. Oleh si tuan rumah Aminudin dikenalkan TNJ. “Saya penasaran dan mencobanya, sehari saya minum 6X30 cc,” ungkapnya. Dalam waktu hampir 3 bulan, semua penyakit yang ia derita berangsur-angsur membaik, bahkan dokter yang merawat Aminudin sempat bingung dengan hasil medisnya. Gula darah Aminudin kembali normal, fungsi jantung serta penyumbatan jantung semakin membaik. “Alhamdulillah Allah SWT telah mengutus TNJ sebagai obat alami untuk kesehatan saya,” ujarnya senang.


Kembali

Diabetes Selama 40 Tahun

H. Yusuf Ichsan

Dulu Yusuf Ichsan, 67 tahun, selalu menakar kadar gula yang masuk ke dalam t ubuh. Pasalnya ia mengidap diabetes sejak usianya 27 tahun. Badan kerap merasa lemas, dan aktivitas harus terhambat karena tidak boleh merasa lelah, “cape sedikit pasti nafas akan terasa sesak,” katanya.

Namun sejak ia rutin mengonsumsi TNJ sejak April 2008 lalu, gula darahnya yang selalu berada pada angka 200 ke atas, kini berangsur normal menjadi 140. “Sebelum saya menjalankan sholat Tahajud, saya mengonsumsi TNJ terlebih dahulu,” cerita Kakek delapan cucu ini.

Cobaan yang diujikan Allah SWT kepada Yusuf Ichsan mencapai puncaknya pada 2003 silam. Sesak nafas yang berkepanjangan, tidak bisa buang air kecil, hingga badannya yang tidak bisa bergerak menjadi pelengkap kasih sayang Allah SWT kepadanya. Sudah beragam cara, baik medis maupun alternatif ia jalani untuk mencari kesembuhan, namun kesembuhan tak jua menyapa. “Saya hanya berikhtiar, hasilnya saya pasrahkan kepada Allah SWT,” tegasnya.

Memasuki tahun ke tiga penderitaannya, Yusuf diperkenalkan TNJ oleh anaknya Natalia Susianingrum. Awalnya TNJ ditolak mentah-mentah oleh Yusuf, “katanya jamu! Jamu kok manis, mana bisa buat diabetesku, yang ada malah menambah parah,” ungkapnya dulu. Sekitar 3 tahun anak dan istrinya harus bersabar untuk mengajak Yusuf mengonsumsi secara rutin.

April 2008 lalu, dengan bujukan dan rayuan, akhirnya Yusuf mau mengonsumsi TNJ secara rutin. Setiap pagi, sore dan menjelang sholat Tahajud menjadi jadwal rutinnya minum TNJ. Hanya berselang 7 bulan mengonsumsi TNJ secara rutin, Yusuf Ichsan kaget saat mendapatkan hasil lab darahnya, menjadi normal diangka 140. “Selama 40 tahun belum pernah angka gula darah saya berkepala 1, minimal angkanya berkepala 2.” “Alhamdulillah derita saya selama 40 tahun bisa terobati.

Dulu saya antipati terhadap jus ini, justru sekarang saya sangat membutuhkannya. Karenanya pada kesempatan testimoni ini, saya ingin menyampaikan bahwa TNJ menjadi mediasi kesembuhan diabetes saya. Saya menganjurkan kepada mereka yang masih ragu untuk mengonsumsinya. Saya adalah bukti nyata keampuhan jus noni asal Tahiti ini. Ingatdoa yang diselaraskan dengan ikhtiar adalah solusi terbaik. Artinya keyakinan menjadi faktor penting dalam usaha kesembuhan diri. Dan TNJ menjadi mediasi tepat untuk kesehatan.”


Kembali

Diabetes - Ganggren

Diabetes Berujung Komplikasi (Selamat dari Amputasi) - Sriyati

Vonis amputasi sudah sempat dilayangkan pihak medis kepada ibunda kami, Sriyati, ujar M.S. Yahya, Putra Sriyati yang menetap di Blitar, Jawa Timur. Sejak saya duduk di bangku SMA, ibu sudah menderita Diabetes. Selama ini kami hanya mengupayakan langkah medis sederhana dan pengobatan alternatif, untuk menanggulangi derita yang ibu alami.

Menjelang bulan puasa tahun 2007, kami dipertemukan dengan Tahitian Noni Juice sebagai mediasi kesembuhan ibu. Alhamdulillah, Allah SWT mengijinkan penyakit Diabetes ibu terobati dengan mengonsumsi TNJ 7x20cc setiap hari selama dua bulan. Bulan puasa 2007 menjadi puncak penderitaan ibu kami. Gula darah dalam tubuhnya mencapai angka 474. Ibu sempat tidak bisa berjalan karena bengkak dan luka di kakinya. Hal tersebut juga membuatnya mendapatkan vonis amputasi oleh tim dokter. Sebuah solusi yang tidak diinginkan oleh ibu dan kami semua. Sambil mencari alternatif pengobatan lain, kami dikenalkan dengan TNJ.

Minggu pertama mengonsumsi TNJ, ibu sudah enak makan. Biasanya ibu tidak bisa makan apapun, karena penyempitan di tenggorokannya. Belum lagi masalah jantung yang juga mendera tubuhnya, sampai-sampai lambung dan paru-parunya ikut mengalami kerusakan. Tapi semuanya berangsur membaik dan normal. Sebulan kemudian, bengkak serta luka di kaki ibu berangsur-angsur membaik. Ibu sudah bisa berjalan, bahkan keluhan penglihatan di matanya juga semakin berkurang. Dari sinilah saya yakin bahwa penelitian yang menjelaskan bahwa kandungan dalam TNJ yang bisa mengatasi masalah diabetes benar adanya.

Saya hanya ingin menekankan; jika Allah SWT menciptakan sesuatu pasti ada manfaatnya, buah noni asal Tahiti dapat menjadi penawar penyakit yang dialami ibu saya.

Sepertiga Otak Anakku Hilang


Trauma Pasca Kecelakaan Aisyah Al Habsy dan Achmad Syakir



KINI Achmad Syakir, sudah bisa membaca dan bercanda dengan adik-adiknya. Ia juga bisa berkonsentrasi dalam waktu yang lama, sehingga ia mampu mengolah pikirannya selama berjam-jam. Tertawanya juga semakin lepas dan ia bisa berlari-lari kecil. Aisyah Al Habsyi, ibunda Syakir merasa bersyukur atas karunia Allah SWT yang dilimpahkan kepadanya. Kecelakaan yang menimpa Syakir, menurut Aisyah, tetap disyukurinya. “Ini bentuk perhatian Allah SWT kepada saya dan keluarga,” kata Aisyah, mengawali ceritanya.

Syakir mengalami penderitaan dan perjuangan dahsyat untuk bertahan hidup. Kecelakaan hebat yang terjadi pada 6 September 2006 hampir saja merenggut pemuda ganteng yang hobi otomotif ini.

Kepala Syakir terbentur batu kali yang besar saat ia mengikuti balapan motor. Imbasnya, sepertiga otak Syakir hilang.



Penanganan yang tidak memuaskan dari RS umum di Indonesia membuat Aisyah harus menerbangkan Syakir ke RS di Singapura, “kenapa baru dibawa sekarang, ujar dokter Singapura kepada saya,” cerita Aisyah. Tubuh Syakir kaku, jangankan bicara, menggerakkan bola matanya saja sulit, apalagi menggerakkan anggota tubuhnya. Tim Dokter memvonis Syakir akan sembuh dalam waktu 7 tahun, itupun tidak sempurna, Syakir akan seperti anak kecil, bicara tidak jelas, berfikirpun akan sangat lambat, itu semua karena imbas dari hilangnya sebagian otaknya. “Tapi saya yakin Allah SWT akan menyembuhkan anak saya,” ungkap Aisyah.

Hampir tiga bulan Aisyah dan Syakir menetap di Singapura tanpa harapan pasti. Pertengahan Februari Aisyah mulai memberikan TNJ kepada Syakir hingga 500ml. Perubahan pun terjadi di hari ke-5. Syakir bisa menggerakkan lehernya. “Sekarang? Ia sudah beraktivitas seperti biasa,” cerita Aisyah. Sebagai ucapan syukur yang dalam, sejak saat itulah Aisyah aktif membagi pengalamannya bersama TNJ.


Kembali